tituitcom

Stephen Jobs menceritakan Apple Amerika sebagai CEO

HANYA PERLU 25 SEN - Stephen Jobs menceritakan sebuah kisah, yang menjadi inspirasi bagi John Sculley untuk bergabubg bersama perusahaan Apple Amerika sebagai CEO. Stephen mengisahkan tentang seorang jutawan yang sedang menikmati musim panas. Hari itu sang jutawan menghabiskan waktu berjalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan tiba-tiba ia dicegat oleh seorang yang berpakaian kumug.

Pesan Dari : azizisme.blogspot.com : Terkadang Hasrat Copypaste Lebih Mendominasi Dari Pada Membaca Dan Menghayati
Jobs menuturkan bahwa tampaknya lelaki kumuh itu tak pernah mandi selama berhari-hari, selain mulutnya bau alcohol, bajunya juga sangat kotor dan lusuh. Lelaki itu ternyata hanya meminta sesuatu kepada sang jutawan, “Tuan, beri saya uang 25 sen?” pintanya.

“Dua puluh lima sen? Kamu hanya minta 25 sen?” Tanya sang jutawan berkali-kali.

“Ya 25 sen saja, tak banyak bukan?”, sahut gelandangan itu tak merasa bersalah.

Pesan Dari : azizisme.blogspot.com : Terkadang Hasrat Copypaste Lebih Mendominasi Dari Pada Membaca Dan Menghayati
Sang jutawan langsung mengambil 25 sen. “Kehidupan hanya akan memberikan sebesar apa yang kamu minta,” seru jutawan itu sambil memberikan uang sebesar 25 sen kemudian pergi. Lelaki gelandangan itu hanya terpaku, bingung tak dapat mengartikan makna perkataan sang jutawan.

PESAN
Seilas tentang John Sculley, semula ia menjabat sebagai direktur Pepsi Cola. Ia sudah memberikan kontribusi cukup besar da;lam memajukan dan memperbesar omset perusahaan selama bekerja 5 tahun di perusahaan tersebut. Diusianya yang ke-44 tahun, ia merasa sudah mencapai tingkat kemapanan tinggi dan layak dipertahankan untuk seterusnya.

Tetapi sejak bertemu dengan Stephen Jobs, dirinya mulai merasa dalam posisi tidak stabil. “Kamu ingin menggunakan sisa hidupmu bejualan minuman anak-anak atau ingin merubah dunia ini?” Tanya Stephen Jobs saat itu. Apalagi setelah mendengar kisah di atas, John Sculley bertekad untuk meningkatkan kualitas hidupnya, yaitu bergabung dengan Apple pada tahun 1983.

John Sculley cukup berbakat, kiprahnya di Apple mampu membawa perusahaan tersebut mengungguli perusahaan computer terbesar di dunia sebelumnya yaitu IMB. Berkat sentuhan tangan dinginnya, nama Apple semakin popular dikalangan masyarakat dunia. Keberhailannya merupakan bukti bahwa potensi manusia sangat besar untuk mencapai tingkat eberhasilan setinggi-tingginya.

Kita dapat melihat bahwa kesuksesan bukan tergantung pada apakah kita mampu atau tidak, melainkan kemauan kita untuk terus mengembangkan potensi diri. Selam kita tidak membatasi diri, maka kita akan mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan. Stephen Jobs mengatakan,”Jadilah ukuran kualitas. Sebagian orang tidak menggunakan kecemerlangan yang diharapkan di lingkungan dimana dia berada

Pesan Dari : azizisme.blogspot.com : Terkadang Hasrat Copypaste Lebih Mendominasi Dari Pada Membaca Dan Menghayati

Related

KISAH RENUNGAN 1880561533802721446

Post a Comment

ads

Google+ Followers

Text Widget

Connect Us

test
item