tituitcom

Semua orang berpotensi menjadi pemimpin

 Semua orang berpotensi menjadi pemimpin. Namun sebelumnya ia harus memahami pola kepemimpinan yang baik entah dari buku-buku maupun seminar, dan sebagainya termasuk dari kisah Napoleon di bawah ini .
SEBUAH TELADAN DARI NAPOLEON BONAPARTE - Napoleon I Bonaparte adalah seorang maharaja perancis dan Italia. Ia berhasil menguasai seluruh daratan Eropa dalam 8 tahun pertempuran. Tetapi pada oktober 1813 ia kalah dala perang Leipzig. Akibatnya ia harus trurun tahta dan dibuang ke pulau Elba.

Dalam pengasingannya ia hidup bersama keluarganya layaknya masyarakat pada umumnya tanpa ada fasilitas dan penghormatan layaknya seorang raja. Suatu hari ia berjalan kaki ditemani istrinya menyusuri pantai. Tak terasa langkah kaki mereka semakin dekat dengan pelabuhan terdekat. Di pelabuhan tersebut kebetulan sedang berlangsung bongkar muat isi kapal, sehingga suasana hiruk pikuk.
Pesan : azizisme.blogspot.com Terkadang Hasrat Copypaste Lebih Mendominasi Dari Pada Membaca Dan Menghayati

Tiba-tiba mereka dikejutkan suara keras para awak kapal yangs edang menurunkan barang, “minggir.. minggir!” teriak para awak kapal berkali-kali memerintahkan mereka untuk menepi. Sikap para awak kapal tersebut memancing amarah istri Napoleon.

“kalian semua kurang ajar, di depan kalian ini maharaja Perancis, seharusnya kalian semua yang harus memberi jalan!” teriak wanita itu tak kalah keras dan penuh amarah.

Napoleon segera memberi isyarat kepada istrinya untuk menahan diri. “Mereka sangat lelah bekerja, jangan marah kepada mereka,” bisik Napoleon. Bahkan ia segera langsung memerintah para tentaranya membantu para awak kapal untuk menurunkan barang-barang.
Pesan : azizisme.blogspot.com Terkadang Hasrat Copypaste Lebih Mendominasi Dari Pada Membaca Dan Menghayati

Selanjutnya napoleon berhasil membangun kembali kekautan militer dalam 100 hari (dikenal dengan Ies Cent Jours). Berdasarkan berbagai penelitian sejarah, Napoleon dianggap sebagai komando perang paling mumpuni.

Dengan kekuatan itu Napoleon berhasil menguasai Perancis lagi. Selain mengandalkan keuatan militer, ternyata dukungan terbesar berasal dari para awak kapal yang pernah ia Bantu.

Sayangnya kekuasaan Napoleon tidak berlangsung lama karena ia kalah dalam perang Waterloo 1815 oleh pasukan Inggris. Ia dibuang ke pulau Saint Helena, dimana ia meninggal 6 tahun kemudian. Meskipun demikian, salah seorang keturunannya yaitu napoleon III berhasil menjadi penguasa di Perancis pada abad ke-19.

PESAN
Semua orang berpotensi menjadi pemimpin. Namun sebelumnya ia harus memahami pola kepemimpinan yang baik entah dari buku-buku maupun seminar, dan sebagainya termasuk dari kisah Napoleon si atas. Selama menjadi pemimpin, Napoleon sudah pasti bukanlah sosok pemimpin yang ideal bagi masyarakat di seluruh dunia. Namun setidaknya ada dua hal menarik dalam dirinya yang patut kita teladani.

Salah satunya adalah sikap napoleon yang empati terhadap para awak kapal sewaktu tinggal di pengasingan. Empati adalah kemampuan untuk untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi orang lain. Empati adalah unsure penting dalam kepemimpinan yang mencakup keserdasan emosional dan social, sehingga darinya dapat menerapkan teknik paling tepat untuk membangun kesatuan dan edentitas mereka.

“Imbalan-imbalan yang kita terima dalam kehidupan selalu dalam proporsi yang tepat dengan besarnya penghargaan yang kita berikan kepada orang lain,” kata Earl Nightingale. Dampak yang ditimbulkan dari sikap seorang pemimpin yang mempunyai empati tinggi adalah timbulnya rasa penghargaan dan kepercayaan dari orang-orang yang ia pimpin. Dalam kisah singkat diatas kita dapat melihat bahwa sikap yang penuh empati dari Napoleon memotivasi para awak kapal yang pernah ia Bantu untuk memberikan dukungan penuh pada perjuangan Napoleon untuk merebut kembali kekuasaannya.

Selain empati seorang pemimpin harus menyadari sikap dan perilakunya sangat mempengaruhi orang lain. Sikap dan perbuatannya seharusnya menjadi teladan bagi orang lain. Sehingga seorang pemimpin harus mampu mengontrol sikapnya, misalnya berusaha untuk senantiasa bersikap positif, bijaksana, dewasa, rendah hati, teguh pendirian, jujur, adil, patuh terhadap hokum meski tidak diawasi dan lain sebagainya.

Kkisah Napoleon di atas menunjukkan bahwa ia mampu menjadi pemimpin yang rendah hati, yang dapat kita lihat dari kemauannya untuk membantu para awak kapal menyelesaikan pekerjaannya.

secacara garis besar, kondisi sebuah lembaga, perusahaan, organisasi atau bahkan Negara sangat dipengaruhi oleh kualitas pemimpinnya. Bercermin dari kisah di atas, kita dapat melihat bahwa sosok pemimpin ideal harus memiliki empati dan kesadaran yang tinggi bahwa dirinya adalah teladan bagi orang-orang yang ia pimpin. Untuk memiliki dua kualitas tersebut, seorang pemimpin eharusnya berusaha memperbaiki diri, memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan, sekaligus mencari pengalaman baru supaya mampu menciptakan pembaruan dan kemajuan dalam berbagai bidang.

Pesan : azizisme.blogspot.com Terkadang Hasrat Copypaste Lebih Mendominasi Dari Pada Membaca Dan Menghayati

Related

KISAH RENUNGAN 3820544391912760326

Post a Comment

ads

Google+ Followers

Text Widget

Connect Us

test
item