tituitcom

KISAH INSPIRASI MOTIVASI ORANG BUTA

ORANG BUTA MEMBAWA TANGLONG Pada suatu sore ada jamuan makan malam pada sebuah reoni para kerabat dekat dan teman lama. Acara yang dihadiri banyak tamu itu berjalan lancer dan mengesankan. Salah seorang tamu dalam jamuan tersebut buta.

Ketika acara selesai larut malam, orang buta itu meminjam tanglong pada temannya. Permohonan orang buta itu tentu saja membuat temannya terheran-heran. “Kamu buta, tidak bias melihat. Kenapa harus membawa tanglong?” Tanya temannya.

Orang buta itu menjawab, “Karena saya buta maka saya lebih membutuhkan tanglong, lampu penerang diluar itu adalah untuk orang lain. Sedangkan tanglong ini bukan untuk menerangi perjalanan saya, karena toh saya tidak bias melihat. Tetapi jika saya membawa tanglong maka tanglong ini akan menerangi saya sehingga orang lain tidak akan melanggar saya, dan sayapun tidak akan melanggar mereka,” lanjut orang buta itu menjelaskan.

“Ehmm, benar juga ya?” sahut temannya sembari menyerahkan sebuah tanglong, sekaligus pertanda bahwa ia mengerti maksud penjlasan orang buta itu.

PESAN
Tanglong sering disebut lampion (lampu penerang). Tanglong yang dibawa orang buta bukanlah penerang yang sebenarnya. Tanglong itu dapat kita artikan sebagai penerang hati dan pikiran. Klaupun seseorang buta secara fisik, atau dapat kita artika sebagai kekurangan diri kita, itu bukanlah suatu kendala serius untuk dapat tetap melanjutkan perjalanan kehidupan dengan baik dan mencapai ksuksesan.

Setiap orang mmbutuhkan penerang hati dan pikiran agar mampu berpikir dan bertindak positif. Zig Ziglar mengatakan, “Sikap anda bukanlah bakat atau kecrdasan, yang akan menentukan tingkat kesuksesan anda.“ Dengan pikiran dan sikap yang positif itu, maka ia akan mudah menciptakan berjuta kreatifitas dan milyaran peluang serta triliyunan orang yang akan membantu mewujudkan kberhasilan itu.

Benar pendapat Zig Ziglar bahwa tugas membuat kita melakukannya dngan baik, dan cinta kasih membuat kita melakukan tugas dengan sangat indah. Sebab bila kita kehilangan kasih-sayang, berarti kita kehilangan kehidupan. Stephen R.Covey menganjurkan kita melakukan 7 kebiasaan untuk dapat menghiasi setiap upaya dan menerangi jalan kita mencapai tujuan dengan cinta dan kasih sayang kepada sesama.

Tujuh kebiasaan itu adalah:
1. Be proactive – Bersikap proaktif atau aktif, atau tidak hanya berpangku tangan saja.
2.Begin with the end in mind – Memikirkan dengan matang segala sesuatu sebelum memulai dan memperkirakan dengan baik hasil serta efek yang ditimbulkan terhadap orang lain.
3. Put first thins first – Letakkan segalanya dengan benar, atau sesuai dengan tingkat penting dan itdaknya.
4.Think win win – Tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi, melainkan apa yang bias dinikmati oleh orang lain.
5.Seek first to understand than to be under stood – Berusaha untuk lebih peka dan memahami dibandingkan ingin dimengerti atau dipahami.
6.Synergize – Bersikaplah kooperatif, atau saling membantu dan memberikan kekauatan.
7.Sharpen the saw – Pertajam kepekaan dalam menganalisa.

Semoga dengan membudayakan ke-7 kebiasaan tersebut, kita segera mendapatkan kehidupan yang jauh lebih sukses dan penuh kebahagiaan.

Related

KISAH RENUNGAN 2561970785857314811
item