tituitcom

INSPIRASI Kebohongan adalah sumber kegelisahan

SINGA YANG BERPURA-PURA SAKIT - Kebohongan adalah sumber kegelisahan karena kalaupun kebohongan itu tidak terbongkar sudah pasti itu menyiksa batin. Lalu seandainya kebohongan itu sampai terungkap, maka reputasi yang sudah dibangun selama puluhan tahun sekalipun kemungkinan akan hancur seketika. Kebohongan menjadikan masalah kecil semakin rumit dan hidup terasa penuh rintangan. Dengan kata lain kebohongan adalah sumber malapetaka.

Alkisah disebuah hutan ada seekor singa yang sudah tua. Setiap hari ia elaparan karena tak sanggup berlari kencang dan jauh. Ia selalu kehilangan mangsa.

Meskipun setiap binatang saling memangsa, tetapi mereka sepakat untuk saling menjenguk bila salah satu dari mereka sedang sakit. Tak kurang akal, singa tua itu memanfaatkan kesepakatan para binatang untuk menjerat mangsa. Ia mengaku sakit pada setiap binatang yang melewati tempat tinggalnya, sambil berpura-pura lesu dan lemah.

Berita tentang kondisi singa yang sakit dengan egera menyebar keseluruh penjuru hutan. Semua binatang bersimpati dan berniat mengunjungi singat terebut. Satu demi satu dari mereka bergiliran mengunjungi singa dan jejak kaki mereka terlihat jelas disepanjang jalan hingga di depan gua.

Kesempatan tersebut jelas tidak dilewatkan oleh singa. Ia selalu memangsa semua binatang yang mengujungi dirinya satu demi satu. Tetapi seekor serigala mencium gelagat yang tidak baik saat dirinya hendak masuk gua untuk menjenguk sisinga. Srigala itu mengurungkan niat untuk masuk dan hanya menyapa singa dari luar gua.

“Hei mengapa harus diluar. Masuklah! Kita berbincang di dalam saja,” kata singa menawarkan.

“Ah tidak, terimakasih,” tukas serigala itu lantang.

“Aku meragukan kata-katamu. Boleh dibilang aku tidak mempercayaimu. Aku yakin kamu tidak mempunyai niat baik dan hanya ingin memangsa aku, karena disini aku

hanya melihat jejak kaki binatang-binatang masuk dan tidak melihat jejak kaki bitang keluar dari sini,” ucap srigala kesal.

Kebohongan singa terbongkar juga. Akibatnya singa itu harus menanggung resiko ata kebohohngan yang ia lakukan, yaitu tidak dipercaya lago oleh semua binatang penghuni hutan.

PESAN
Berdasarkan ilustrasi kejadian tersebut terungkap bahwa kejujuran bersifat krusial atau sangat penting dalam hidup ini. Satu kebohongan aja akan menginfeksi karakter eseorang. Kebohongan bukan hanya bentuk dosa itu sendiri, melainkan menginfeksi jiwa kita dengan dosa. “False words are not only evil in themselves. Karena setiap kebohongan akan mendorong seseorang untuk terus menciptakan kebohhongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Kebohongan adalah sumber kegelisahan karena kalaupun kebohongan itu tidak terbongkar sudah pasti itu menyiksa batin. Lalu seandainya kebohongan itu sampai terungkap, maka reputasi yang sudah dibangun selama puluhan tahun sekalipun kemungkinan akan hancur seketika. Kebohongan menjadikan masalah kecil semakin rumit dan hidup terasa penuh rintangan. Dengan kata lain kebohongan adalah sumber malapetaka.

Sangat manusiawi jika masing-masing diantara kita pernah berbohong, entah dalam sekala kecil, sedang maupun besar. Tetapi mengingat dampak buruk yang dapat menyertai kebohongan yang sudah kita ciptakan, milikilah keberanian untuk memperbaiki diri dengan bersikap jujur. Kita masih memiliki keempatan yang begitu luas untuk lebih baik. “No one has ever done anything too bad to be forgiven. – Tak seorangpun melakukan kealahan yang terlalu besar untuk dapat diperbaiki kembali,” kata Ruth Sheppard.

Kita dapat senantiasa melatih dan meningkatkan kualitas kejujuran dan hal-hal sederhana yang berkenaan dengan orang lain dan terutama terhadap diri sendiri serta segala aktifitas kehidupan kita. Mungkin kita dapat memulainya dengan berusaha berkomunikasi dan berinteraksi secara jujur dan terbuka sejak saat ini apaun resikonya.

Tingkatkan kualitas kejujuran terus menerus sampai kita dapat merasakan tak ada lagi kekurangan yang menghambat atau mengganggu sosialisasi diri. Pada saat yang sama kita juga dapat merasakan bahwa kejujuran kita jauh lebih berharga disbanding segalanya. “No legacy is so rich as honesty. – Tak ada harta yang begitu melimpah seperti kejujuran,” William Shakespeare dalam karyanya yang berjudul All’s well that Ends Well.

Related

KISAH RENUNGAN 4823200078414007457

Post a Comment

ads

Google+ Followers

Text Widget

Connect Us

test
item